Perjudian dalam Islam serta Dampaknya

Perjudian dalam Islam serta Dampaknya

Dominoqq Judi adalah sebuah permanan mengundi, dengan sejumlah uang atau barang sebagai alat pertaruhan dalam pengundian. Perjudian diketahui dapat memberikan manfaat tersendiri, seperti mampu mendatangkan uang dengan cara lebih praktis dan mudah. Meski begitu, dibandingkan dengan manfaatnya lebih banyak dampak buruk bagi kehidupan. 

Secara agama dan negara perjudian sangat tidak dianjurkan, bahkan dalam agama islam termasuk dalam hukum yang haram. Haram berarti suatu pekerjaan yang harus ditinggalkan mendapat pahala, dan apabila dikerjakan akan mendapatkan limpahan dosa. 

Perbuatan satu ini, akan menimbulkan perkara-perkara yang merugikan. Baik bagi tubuh maupun batin sekalipun. Maka dari itu sebisa mungkin jauhi perjudian. Sebelum menuju pada dampak-dampak yang akan ditimbulkan perjudian, simak perjudian dalam islam terlebih dahulu. 

Islam sangat tidak menganjurkan perbuatan satu ini. Pada masa jahiliyah banyak terjadi peperangan antar saudara, kekerasan satu sama lain, akibat dari perbuatan judi itu sendiri. Judi, menjadi salah satu sumber terjadinya kekerasan dan kekejian yang terjadi. Maka dari itu, Allah Subhanahu’Wata’ala melarangnya secara langsung. Salah satunya, melalui dalilnya dalam Qur’an surah Al-Maidah, terdapat pada ayat 90.

Pada ayat ini, Allah menyetarakan perjudian dalam islam dengan minuman keras, kurban untuk berhala, serta mengundi nasib dengan panah. Yang mana perbuatan-perbuatan ini merupakan perilaku keji yang termasuk tingkah laku syaitan. Allah pun menyuruh menjauhi perbuatan tadi pada ayat ini agar mendapatkan keuntungan. 

Keuntungan seperti lebih dekat dengan Allah Subhanahu’Wata’ala, jauh dari perbuatan yang mendekatkan diri terhadap syaitan, serta manfaat-manfaat yang mendatangkan keuntungan lainnya.

Perjudian dalam islam pada masa jahiliyah dulu yang paling terkenal, bentuk judinya adalah seekor unta yang dibeli oleh sepuluh orang. Kemudian dilakukan pengundian, tujuh orang diantaranya akan mendapatk bagian sendiri-sendiri, sesuai dengan tradisi mereka. Dan tiga orang lainnya tidak mendapatkan apa-apa, atau kalah.

Sedangkan pada masa ini, perjudian sudah ada banyak sekali bentuknya mulai dari sabung ayam, taruhan dengan perantara bola, poker, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu saja, perjudian ini semakin mudah dijangkau. Hanya menggunakan ponsel, semua perjudian itu dapat dilakukan. Miris sekali. 

Baik perjudian dominoqq dalam bentuk apapun, tetap hukumnya haram perjudian dalam islam dan tidak diperbolehkan dalam islam. Ketahui dampak-dampak buruk yang akan datang, setelah melakukan perjudian.

Dampak Buruk Perjudian

Dampak-dampak yang didatangkan saat perjudian, sangat banyak sekali. Simak, beberapa dampaknya di bawah ini. Semoga dapat mengurungkan niat untuk melakukannya. 

  1. Gangguan Jiwa

Kejiwaan yang terganggu dalam perjudian baik hukum perjudian dalam islam atau umum, adanya rasa kecanduan yang terus menerus. Melakukannya demi kesenangan sendiri, meski tahu hanya merugikan diri sendiri. Hal ini tentu saja termasuk kedalam gangguan jiwa atau mental. Untuk menghindarinya, tentu saja dengan menjauhi perbuatan judi ini. 

  1. Mood Buruk

Akibat dari perbuatan judi lainnya, mengalami perubahan mood yang sangat buruk serta kecemasan dan kekhawatiran yang tinggi. Sudah mengalami kecanduan yang akut, tentu saja akan membutuhkan perjudian yang berkepanjangan. Ciri orang yang sudah kecanduan judi, akan merasa gelisah apabila tidak melakukan perjudian sehari saja. 

  1. Melupakan kelurga

Tidak menutup kemungkinan ketika sudah berada di depan layar komputer atau di meja taruhan, akan melupakan keluarga. Banyak kasus-kasus perceraian yamg diakibatkan perjudian. Uang yang biasa digunakan untuk kebutuhan, dirampas untuk menjadi bahan pertatuhan. Kekerasan dalam rumah tangga pun dilakukan akibat perjudian ini. Maka dari itu, hukum perjudian dalam islam sangat melaranganya. 

  1. Kesehatan Terganggu

Bukan hanya kesehatan secara mental yang terganggu, kesehatan tubuh pun akan mengalami kondisi yang buruk. Misalnya saja, ketika melakukan perjudian di meja pertaruhan, akan ada bir yang dapat dikonsumi sesuka hati. Minuman keras akan menimbulkan bahaya pada kesehatan tubuh. Terlalu banyak di depan komputer untuk bermain judi pun, akan menimbulkan banyak dampak buruk bagi tubuh. Kurang menjaga asupan makanan, serta minuman. 

  1. Tertutup dari lingkungan

Baik penjudi di meja pertaruhan secara langsung, maupun penjudi di depan komputer atau ponsel cenderung melupakan lingkungan sosialnya. Tetangga-tengga di dekat rumah menjadi tidak kenal. Dengan teman menjadi terbatas hubungannya karena lebih fokus pada perjudian. Akan memperburuk hungan dengan orang-orang terdekat pula. Itulah mengapa ada hukum perjudian dalam islam.

  1. Melakukan tindak kriminal

Tidak dapat dipungkiri, kejahatan atau tindakan kriminal banyak dilakukan oleh orang-orang yang berjudi. Demi mendapatkan uang untuk bertaruh, bisa saja melakukan pencurian, perampokan, atau bahkan pembunuhan sekalipun untuk mendaptkan hal yang diinginkan.

Soal utang-piutang perjudian dalam islam pun sangat rekat hubungannya dengan perjudian. Saat bertaruh, tidak memiliki uang lagi, meminjam uang salah satunya. Tidak dapat melunasi utang tadi dapat merampas banyak hal. Bahkan sampai rumah pun dapat dirampas atau diambil oleh orang yang diutangi. 

Nyawa sekalipun dapat melayang jika sudah berurusan dengan uang dan tidak memedulikan saudara, teman, sahabat atau bukan. 

Perjudian mendapatkan perhatian lebih dalam islam. Karena sudah dapat diketahui dampak buruknya baik bagi diri sendiri, ataupun bagi lingkungannya. 

Bukan hanya agama islam yang melarang hal ini, negara sekalipun mengecam perbuatan keji ini. Banyak kasus-kasus kriminalitas yang didalamnya memiliki keterkaitan yang kuat dengan perbuatan judi. 

Perjudian dalam islam dan dampaknya akan memberikan pengetahuan serta pencerahan, untuk meninggalkan hal ini dan menjauhkan diri dari perjudian. Meski memiliki manfaat, tapi dampaknya buruknya lebih banyak. Harus dihindari perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah, keluarga, serta lingkungan. Keluarga harus mendapatkan uang atau bahan konsumsi yang halal. Pasalnya, makan,  atau barang yang digunakan didapatkan dari perbuatan haram akan berpengaruh besar pada tumbuh kembang spiritual. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *